Mengenang Rangers Chicken 2


 

Dalam hidup kita sering melewati berbagai momen unik, lucu, atau memiliki kesan yang mendalam. Bisa saja momen tersebut kita lewati dengan biasa saja, namun bukan tidak mungkin momen tersebut juga kita lewatkan dengan begitu special. Beberapa momen special biasanya terjadi pada perjumpaan pertama atau pada perpisahan. Seperti yang saya alami beberapa waktu lalu. Ingin sekali rasanya mengenang kembali perjumpaan dan rasa yang menelisik hati saya saat itu.

Saya senang sekali ketika salah seorang kawan lama saya yang bernama Eka Situmorang mengirimkan surat untuk mengajak berjumpa lagi. Dia menyebutkan sebuah tempat bernama MOR Store untuk bersua. Tempat yang saya sudah sering mendengarnya tapi belum pernah menyambanginya. Pada surat ajakan tersebut, saya juga teringat bahwa Eka akan mengajak saya berkenalan dengan sebuah sosok yang nantinya pasti saya suka. Hati saya dagdigdug membaca surat Eka.

Pada harinya tiba, saya pergi ke bilangan Gajah Mada, Jakarta. Dari tulisan MOR Store yang tertempel di pintu tersebut saya yakin kalau ini adalah tempat yang dijanjikan Eka untuk kami bertemu. Tempatnya nyaman dan sejuk. Saya pikir, Eka pintar sekali memilih tempat untuk bertemu. Setelah berpanas-panas dalam perjalanan, tempat sejuk seperti MOR Store ini menjadi nikmat sekali untuk disinggahi.

Tempat ini cocok untuk berkumpul anak muda, bapak-ibu, maupun keluarga. Menurut rekan dari Eka, orang yang mengundang saya untuk berjumpa, nama MOR sendiri punya misi khusus. Nama ini ingin memiliki MORe services, MORe facilities, dan MORe comfortibility. Tempat ini mempunyai ciri citarasa lokal yang kental. Apapun itu, intinya menurut saya suasana tempat ini nyaman untuk kita singgah.

IMG_20150606_100917

Seperti tak mau ketinggalan untuk menambah nikmatnya suasana, saya dipersilahkan untuk berkenalan dengan berbagai sosok pelepas dahaga. Saya paling berkesan ketika berkenalan dengan Milo Dingin. Coba bayangkan, sosoknya yang manis dan berparas coklat. Hebatnya dia, dengan beberapa kali usapan di tenggorokan, rasa dahaga saya yang tadi berkecamuk menjadi hilang. Mirip sebuah rindu yang terobati karena adanya perjumpaan kembali.

Sedang asik-asiknya berkenalan dan bercengkerama dengan Milo – Si Dingin Manis Berparas Coklat, sambil menjajal wifi berkecepatan 3 Mbps. Beberapa rekan Eka menyapa saya dan memperkenalkan kepada sosok yang dari kemarin membuat saya penasaran. Bagaimana tidak, dari awal Eka mengajak berjumpa, saya hanya mendengar cerita tentang dirinya namun belum sekalipun bisa menatapnya secara langsung.

Disebutkan bahwa sosok tersebut ternyata adalah keluarga Rangers Chicken. Mereka merupakan sekumpulan sosok ayam yang dipilih secara ketat sehingga membuat saya percaya bahwa mereka bukan ayam yang biasa. Mereka adalah hasil karya dengan 8 rempah asli tanah Indonesia. Saya sebutkan nama mereka satu persatu: Fried Chicken dan Korean Chicken Wings. Konon ayam-ayam tersebut bisa mempercantik dirinya dengan berbagai hiasan bernama MORiginal Sauce yang beberapa jenisnya juga mewakili citarasa nusantara.

IMG_20150606_112723

Dari mata lalu akan turun ke hati. Seperti itu lah sepertinya nasib perjumpaan saya dengan Rangers Chicken. Tapi saya masih belum yakin jika mereka belum melewati lidah dan tenggorokan saya. Bukan kah hati letaknya berdekatan dengan perut? Maka itu tanpa banyak kata lagi, saya mendatangi mereka untuk berkenalan lebih dalam. Mencoba merasakan apa yang orang ceritakan tentang wujud mereka.

Kalau nanti kamu berkesempatan juga bertemu dengan Rangers Chicken, pasti akan setuju bahwa penampilan mereka ini jujur. Kamu akan melihat bahwa di luar mereka crispy namun dalamnya ternyata juicy. Kesan ini saya dapat setelah menggigitnya untuk pertama kali. Mereka juga sangat fresh, itu juga saya tahu setelah mendengar bisikan dari rekan Eka yang menyebutkan bahwa mereka hanya ada di ruangan selama 3 jam. Setelah 3 jam sosok mereka akan diganti dengan sosok anggota keluarga lainnya. Ya betul, diganti, bukan dihangatkan lalu dihadirkan kembali ke ruang tersebut.

Belum usai berurusan dengan Fried Chicken, saya dikenalkan dengan anggota keluarga Rangers Chicken lainnya, dia adalah Korean Chicken Wings. Tampilannya tidak kalah menggugah selera. Dia melumuri dirinya dengan saus dan sepertinya juga dengan kecap manis. Berkenalan dengannya membuat rasa yang saya dapatkan bercampur-aduk. Mata memandang dia sebagai sosok yang pedas, tapi lidah mendapatkan dia juga memiliki kemanisan. Selain itu, ternyata dia menyimpan kelembutan yang tersembunyi di dalam dagingnya.

Tidak ketinggalan ada Wakasei, mereka adalah keluarga tetangga dari Rangers Chicken. Bayangkan, keluarga ini asalnya dari Jepang tapi bisa hadir menyapa di MOR Store, sebuah keistimewaan yang luar biasa menurut saya. Salah satu keluarga yang sempat saya kenali lebih jauh adalah Salmon Donburi. Secara proporsi dia sangat pas, tidak ‘gemuk’ tidak juga ‘kurus’. Enak dilihat mata, nyaman di lidah dan perut.

IMG_20150606_121723

Wujud dari Salmon Donburi dan Korean Chicken Wings

Perkenalan dengan mereka menyisakan kesan yang mendalam. Sudah lebih dari sepekan waktu tersebut berlalu tapi ingatan saya masih saja berkelebat tentang mereka, lidah saya juga masih ingat bagaimana kala bersentuhan dengan sosok mereka. Ingin rasanya berjumpa lagi dan mengulangnya. Kabar terakhir yang saya dengar, mereka bisa ditemui di 16 tempat di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Bandung. Semoga masih ada umur untuk saya bernostalgia kembali dengan rasa saat pertama berjumpa.


About Agus Afif Riyadi

Sudah hidup sejak 0 tahun. Mulai rajin membaca 5 tahun setelahnya. Mulai menjajal menulis online sejak tahun 2010. Biasa berkicau di akun Twitter @agustafRYD


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 thoughts on “Mengenang Rangers Chicken